Monthly Archives: November 2011

Into the Reality

I love seeing movies though shamefully not as often as I want, every time there’s a new movie coming out in the cinema especially the good one I will be definitely seeing it. Nearly 3 years ago, I watched this great movie and till this day I am still really impressed and it has left a very deep meaning for me. This movie is on my top 6 favorite movies together with The Shawshank Redemption, La Vita e Bella, One Flew Over the Cuckoo’s Nest, Amelie, Little Miss Sunshine and the movie that I am talking about now, Into the Wild.

Continue reading

Movinsanity

Sigh.

Never thought it would be this insane with moving. The house apparently needs to be fixed here, there and much of everywhere! It is a not-so newly built apartment, and it is quite big according to Amsterdam’s standard which is on the perks side, however the not so nice side of it is: it takes more times to get everything fixed. Moooree times! I know, I know..I should be patient, be grateful and should see it as a nice and exciting project. I do and I am. But let’s face it. I am just a human. I go to work 5 days a week and after 8 hours work, I go home/do errands, cook dinner, eat dinner, I am tired. Packing stuff out of boxes or painting doors will be the least thing I think of as a refreshing activity in the evening.

Truly, I have been really stressing out with the mess and all. I seem cannot concentrate in the messy spaces. I just go blank. Luckily my parents in law are just the most hands-on people I’ve ever met. They come whenever something needs to be done, help when I don’t ask (or hesitant), take the piling up laundry I don’t have time to wash (and bring them back home neatly!!), and give all the tips from the experts. Merci beaucoup! Then, all loyal friends who come voluntarily and pitch in You guys rock! I am sooo thankful to all of them, really such a huge help in this chaotic span.

After rewind – fast forward all the help I’ve got thus far, I am now determined to get it done slowly and see this as a nice and fun project. Moving is never easy. But all efforts always pay off eventually. I should now regard it as my experiment moment, something I always love to do. Now the heavy parts were all done. It is time to furnish the house, explore the possibilities, adopt a new red kitten (hehehe…) and why not? Yes. Why not creating DIY stuff, recycling old pieces to a whole new item, be creative :D ! And thank you a million for ones who have helped. It means the world to me and I promise, I owe you an Indonesian dinner soon :p ! X

photo from here

Pengalaman Au Pair

Semenjak saya duduk di bangku sekolah SMU, saya sudah bercita cita untuk
bepergian melihat dunia luar. Mengunjungi monumen-monumen bersejarah di Yunani, mengagumi pemandangan indah di Italia, melancong ke Paris dan mengunjungi Louvre atau belajar bahasa dan kebudayaan bangsa lain. Selepas lulus dari Akademi, saya mendapatkan tawaran untuk menjadi Au Pair
di Jerman dari mantan dosen bahasa Jerman saya di Tarakanita. Rupanya beliau masih ingat keinginan saya dulu ingin belajar bahasa Jerman langsung di negara asalnya. Tawaran untuk menjadi Au Pair tersebut datangnya dari sebuah keluarga campuran Indonesia- Jerman di Altena, propinsi Nordrhein-Westfalen. Kontan saja saya tergiur dengan tawaran beliau, saya pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan saya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan kontraktor minyak asing di Jakarta. Usia saya saat itu adalah 21 tahun. Berbekal bahasa Jerman pas-pasan (sempat les juga di Goethe Institut di Menteng hingga awal intermediate level) saya akhirnya terbang ke Jerman.

Keputusan saya tidak sepenuhnya didukung oleh kedua orangtua saya. Mereka berpikir bahwa sayang sekali resign dari pekerjaan yang kala itu bergaji lumayan untuk seorang fresh graduate seperti saya. Dan menurut mereka, Jerman sangatlah jauh dan mereka tidak siap untuk kehilangan saya. Namun, keputusan saya sudah bulat. Saya tidak ingin terjebak oleh kehidupan rutin saya. Kerja lembur, pulang malam dan langsung tidur dan keesokan harinya begitu lagi seterusnya 5 kali seminggu. Untuk seseorang berjiwa petualang seperti saya hal tersebut sangatlah membosankan!.

Sebelum saya berangkat, saya sebenarnya tidak tahu apa sih sebenarnya Au Pair itu. Yang saya tahu adalah, bahwa saya akan tinggal bersama host family dan tugas saya mencakup menjaga, bermain dan antar jemput sekolah anak bungsu mereka. Selebihnya waktu yang saya punya bisa dipergunakan untuk sekolah bahasa dan memperdalam pengetahuan saya mengenai budaya bangsa Jerman. Hal ini telah disepakati oleh kami berdua, host family dan saya sendiri. Ternyata sesampainya disana, tugas saya tidak hanya antar jemput dan bermain bersama anak mereka. Tetapi juga harus membantu sang Ibu dalam urusan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, berbelanja, mencuci laundry, membuat bekal makanan anak, membersihkan rumah, setrika, membersihkan toilet dan masih banyak lagi. Sama sekali berbeda dengan apa yang mereka katakan sebelum saya memutuskan untuk berangkat ke Jerman dan tinggal bersama keluarga ini. Alhasil, waktu yang saya punya pun tidak cukup untuk memuasi keinginan saya untuk pergi ke sekolah atau belajar.

Sewaktu masih tinggal di rumah, hidup kami sangatlah dimanja jika dibandingkan dengan kehidupan keluarga di Eropa. Ada si mbak yang membantu keluarga saya dalam urusan rumah tangga. Memasak apa saja yang kami suka, mencuci dan menyetrika pakaian kami serta membersihkan rumah kami. Jujur saya bukanlah tipe anak manja, saya pun punya tugas sehari hari di rumah. Seperti mengepel dan menyiram bunga. Kedua adik saya mengerjakan tugas lain seperti menyapu rumah dan membersihkan taman. Namun, memasak sama sekali bukan keahlian saya. Ibu saya pun tidak pernah mengajarkan saya memasak karena beliau sendiri suka sebal karena saya ini selebor di dapur. Keluarga di Eropa biasanya melakukan segalanya sendiri karena jasa pembantu sangatlah mahal dan dibayar per jam.

                        { from the scene Nanny Diaries the movie, pic is from here}

 

Pengalaman saya sebagai Au Pair di Jerman banyak sekali. Selain menjadi lebih mandiri karena saya harus bepergian, dan mengatur segalanya sendiri, saya belajar berani mengemukakan pendapat secara lantang. Selain itu, saya bertemu dengan sahabat saya, Kateland, seorang exchange student asal USA. Kami masih bersahabat baik sampai saat ini, 6 tahun kemudian. Kateland bahkan sempat mengunjungi saya di Amsterdam 2 tahun yang lalu :)

Au Pair adalah kesempatan yang unik untuk para pemuda-pemudi yang ingin mengenal kebudayaan lain dan belajar mandiri. Banyak sekali yang bisa didapat dan dipelajari. Salah satu saran saya untuk anak muda yang ingin sekali mencoba untuk menjadi Au Pair adalah, alangkah baiknya untuk mengerti hak-hak kalian dan jangan takut untuk bertanya dan bersuara. Dan harus research dulu sebelum memutuskan untuk pergi ke suatu negara karena masing masing negara mempunyai peraturan sendiri mengenai Au Pair dan segala sesuatunya yang menyangkut dengan Au Pair. Seperti, berapa jam per minggu seharusnya Au Pair itu harus bekerja (rata rata antara 24-30 jam saja), uang saku yang harus diperoleh, dll. Tidak hanya Au Pair, masih banyak cara lain untuk mengenal negara dan budaya luar lainnya, seperti language summer programs, international camp school, atau exchange student programs.

EDIT: Melihat banyaknya animo pembaca, jadi ingat ini ada link berguna yang dibuat oleh seorang sahabat saya, untuk yang berminat menjadi Au Pair di Belanda bisa dilihat disini:
http://aupairdibelanda.com/
Semoga bermanfaat :-)

Falling Leaves

I was born in November, that made me an Autumn Girl. Though I do not necessarily love Autumn..because it’s usually wet, rainy, cloudy, cold and gray. However this year’s Autumn is miraculously wonderful. We have had nice sunny days, the temperature is mild (between 16 degrees and 12 degrees, but drops to 7-4 degrees in the evening). And I turned 28 a week ago, made Autumn my favorite season this year replacing summer (we shamefully didn’t have fabulous summer, which sucked!). This Autumn’s highlights so far have been..

The move. Finally we found a shelter, a big one! :D

Continue reading